Assalamualaikum...




Berlari sudah menjadi bagian dari hidup saya. Rasanya kalau tidak melakukan kegiatan olahraga lari sehari saja itu tidak enak. Seperti ada yang kurang gitu.


Waktu yang saya pilih untuk berlari adalah sore hari. Ya saya tahu, pada pagi hari udara memang masih sangatlah segar, melakukan olahraga di pagi hari akan sangat menyenangkan. Tapi entahlah, saya lebih suka berlari di sore hari.


Durasi saya dalam melakukan kegiatan olahraga lari adalah paling minimal 30 menit. Saya lupa sejak kapan patokan waktu itu saya buat, tapi entah kenapa kalau lari kurang dari setengah jam itu rasanya kaya gimana gitu, sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, hehehe.


Rekor Saya dalam Berlari 5 Kilometer


Saya bukanlah atlit, saya tidak mencari waktu terbaik dan kebanyakan sih ya hanya melakukan jogging santai saja.


Tetapi pernah suatu hari saya mencoba menguji diri saya untuk mengetahui berapa waktu tercepat saya dalam menyelesaikan lari 5 kilometer. Hasilnya? Cukup membuat saya terkejut. Kalau dibandingkan dengan orang yang terlatih memang belum ada apa-apanya, tapi tetap saja ada rasa bangga di diri saya.


Rekor terbaik saya dalam menyelesaikan lari 5 kilometer adalah 25 menit 16 detik. Itu berarti saya berada pada pace 5 atau sekitar 5 menit per kilometernya. 


Kencang kah lari pace 5? Bagi saya sudah lumayan kencang. Tapi ya perlu sobat tahu bahwa Agus Prayogo, atlit lari jarak menengah dan jauh di Indonesia itu recovery run atau easy runnya itu pace 4 loh.


Saya lari pace 5 saja sudah cukup ngos-ngosan, eh mas Agus easy runnya pace 4 dong. Ya tapi wajarlah beliau kan atlit terprogram, tentu tidak bisa dibanding-bandingkan dengan saya yang pelari santai hehehe.


Berlari Satu Jam Lagi


Meskipun saya memberi patokkan durasi minimal saya berlari itu 30 menit, tetapi nyatanya jarang sekali saya berlari lebih lama dari itu. Alasan utamanya adalah karena saya malas.


Berlari terlalu lama itu terkadang membuat saya jenuh, terlebih lagi ketika saya sedang sendirian berlarinya, tidak ada teman yang turut menemani. Tetapi, kemarin di hari Rabu saya mencoba berlari satu jam lagi.


Saya berkata "lagi" karena memang saya sudah pernah berlari satu jam beberapa kali. Akan tetapi ya karena rasa malas itu yang membuat saya jadi jarang berlari satu jam dan baru kemarin lah saya mencoba berlari satu jam lagi.


Sejujurnya kemarin tuh saya tidak ada niat untuk berlari satu jam, tapi di tengah-tengah saya berlari muncul keinginan itu untuk mencobanya lagi. Saya pun berkali-kali lari mengikuti orang lain yang juga sedang berlari agar saya tidak cepat bosan.


Jika dihitung jarak, berlari satu jam itu akan menempuh jarak sekitar 10 kilometer, tergantung pacenya juga sih. Tapi ya kalau sekadar jogging santai ya lari satu jam bisa lah 10 kilometer.


Tujuan Saya Berlari


Saya berlari hampir setiap hari, tetapi sejujurnya saya tidak memiliki tujuan khusus untuk apa saya berlari sesering itu. Tidak seperti teman-teman saya yang memang rutin berlari untuk mempersiapkan fisik mereka dalam mengikuti tes seleksi menjadi abdi negara.


Saya rutin berlari adalah karena ingin sehat saja. Kalau hanya ingin sehat kenapa hampir setiap hari? Seperti yang sudah saya katakan diatas bahwa berlari sudah menjadi bagian dari hidup saya dan kalau sehari saja tidak lari itu tidak enak.


Impian Saya dalam Berlari


Saya sering melihat vidio-vidio ultra runner atau pelari ultra di Youtube dan vidio seperti itu sangatlah memotivasi saya. 


Buat yang belum tahu, pelari ultra itu adalah sebutan bagi seorang pelari yang fokus jarak larinya itu lebih dari marathon atau diatas 42 kilometer. Jauh? Tentu saja, itulah ultramarathon.


Saya pun sampai saat ini masih terheran-heran bahwa ada manusia yang bisa berlari sampai ratusan kilometer jauhnya, bahkan ada juga loh yang ribuan kilometer. Kalau di Indonesia yang cukup dikenal adalah Hendra Wijaya, pengusaha asal Bogor yang cinta bertualang.


Saya mempunyai sebuah mimpi, entah kapan saya bisa mewujudkannya, tetapi saya ingin sekali mencicipi lari ultra. Entah sekadar berlari seorang diri atau ikut event lari ultra yang ada.


Butuh Persiapan Matang


Impian saya itu memang terkesan agak sulit untuk dicapai, tetapi bukanlah hal yang mustahil mengingat sudah banyak orang diluar sana yang melakukannya. Bahkan, orang yang sudah cukup berumur pun ada yang ikut event lari ultra loh.


Sebelum melakulan lari ultra saya butuh persiapan yang matang. Saya butuh sepatu yang bagus dan nutrisi yang baik untuk menunjang itu semua. Saya juga harus konsisten dalam berlatih agar daya tahan tubuh terbentuk dengan sangat baik.


Tentu saja itu sangatlah penting, mengingat saya akan berlari berjam-jam lamanya tanpa henti.


Saya pernah membaca sebuah artikel tentang cara berlatih lari seorang Hendra Wijaya. Beliau menuturkan bahwa jarak lari hariannya itu bisa 30 kilometer lebih dan itu benar-benar dilakukan setiap hari.


Entah langsung dilakukan dalam sekali waktu atau bisa juga di cicil, misal di pagi hari berlari 15 kilometer, sorenya 15 kilometer lagi.


Berat? Tentu saja, tapi hal itu tetaplah mungkin untuk dilakukan. Yahh semoga saja apa yang saya impikan suatu hari nanti akan tercapai.


Kalau sobat, ada yang suka berlari seperti saya tidak nih?.


Wassalamualaikum...