Assalamualaikum...


Beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika saya masih duduk dibangku SMP saya memiliki sebuah hobi membuat origami. Sedari kecil sebenarnya saya sih sudah bisa membuat origami pesawat, burung, dan beberapa bentuk origami yang umum lainnya. Namun, di SMP saya mulai mencoba membuat beberapa bentuk origami yang lebih menantang lagi.


Bentuk yang lebih menantang? Ya maksudnya tuh tidak banyak orang yang bisa membuatnya dan agak sulit juga dalam membuatnya. Misalnya seperti membuat origami naga, dinosaurus, dan burung elang.


Saat itu hampir setiap hari baik di sekolah maupun dirumah saya membiasakan diri saya untuk melipat kertas atau membuat origami. Untuk cara-cara dalam membuatnya sendiri tentu saja saya ketahui dari Youtube, terkadang meski sudah dipandu dalam bentuk vidio tetap saja terasa sulit. Ya mungkin karena memang belum terbiasa saja kali ya.


Tidak hanya saya, ada beberapa teman saya lainnya yang juga disaat itu memiliki hobi yang sama dengan saya. Bahkan, ada salah satu teman yang menurut saya lebih baik dari saya dalam hal membuat origami. Kenapa bisa saya katakan lebih baik? Karena dia tuh kalau membuat origami selalu rapih dan tidak ada lekuk-lekukan yang membuat kertas jadi terkesan jelek.


Selain itu ada satu teman saya lagi yang membuat origaminya unik. Bentuk yang ia buat si sangatlah umum, bentuk burung, namun ia buat origami burung itu dengan ukuran yang sangat kecil.


Ia bernama Firman. Firman selalu membuat origami burung yang kecil disela-sela jam istirahat. Karena merasa tertarik, saya pun jadi ikut mencoba membuatnya. Ternyata meski saya sudah paham betul akan cara membuat burung kertas, membuat burung kertas dengan ukuran yang kecil cukup sulit.


Meski begitu, saya pun tetap fokus dalam membuatnya yang pada akhirnya saya jadi ikut ketagihan membuat origami burung kertas yang kecil.





Hana dan Burung Kertas





Kegiatan membuat origami burung kecil masih berlangsung hingga saya duduk dibangku SMK, tepatnya waktu saya sedang melaksanakan kegiatan Prakerin (Praktek kerja industri) atau PKL.


Karena saya ketika PKL itu pekerjaannya berhubungan dengan surat menyurat dan sehari-hari selalu bertemu dengan kertas, ketika senggang saya selalu menyempatkan waktu untuk membuat burung kertas. Satu demi satu saya buat dan saya kumpulkan dalam sebuah wadah persegi dari plastik. 


Melihat saya seperti itu teman saya yang PKL-nya bareng saya pun berkata "nggak ada kerjaan luh am, bikin-bikin begituan" kalau sudah begitu pasti saya jawab "ya emang, makanya gua bikin ini biar ada kerjaan". Ya memang sih keliatannya aneh, tapi bagi saya itu sudah menjadi sebuah hal yang menyenangkan untuk dikerjakan.


Ketika PKL itu saya berkenalan dengan seorang perempuan yang bernama Hana, sepertinya hal ini sudah saya ceritakan juga di postingan sebelumnya, kalau tidak salah judulnya itu Ketika PKL.


Awalnya saya dan Hana bertemu di tempat foto kopi, yap pada saat itu kami sama-sama ditugaskan untuk memfotokopi beberapa berkas yang ada. Hingga akhirnya kami berkenalan dan saling ngobrol, semenjak saat itu kami menjadi lebih dekat dan terkadang menyempatkan waktu untuk bertemu ketika ada jam istirahat.


Di hari terakhir Hana PKL, entah kenapa saya ada pikiran untuk memberikan semua burung kertas kecil yang selama ini saya buat kepadanya. Entahlah, romantiskah sesuatu seperti itu? Karena memang sih saat itu saya ada rasa kepada Hana dan bagi saya burung kertas yang saya buat itu cukup berarti bagi saya. Untungnya si Hana menerima dan tersenyum sangat manis waktu itu.


Ketika Menunggu Pelanggan





Namanya orang berdagang tentu saja tidak selalu ramai setiap saat, kadang malah lebih banyak waktu senggangnya. Belakangan ini saya suka membuat burung kertas kecil ketika sedang menunggu pelanggan datang. Ya cukuplah untuk mengusir rasa bosan.


Bahkan, saking seringnya membuat burung kertas, saya sudah membuat kurang lebih ada 80 burung kertas kecil dan saya kumpulkan disebuah kantong plastik. Gabut banget ya saya sampai buat segitu banyaknya hehehe.


Sejujurnya saya sempat terpikirkan untuk membuat 1000 burung kertas, tapi sepertinya saya tidak sanggup deh atau hanya malas saja ya? Hehehe. Kalau sobat sendiri pernah tidak membuat burung kertas seperti ini?.


Wassalamualaikum...