Assalamualaikum...


Foto oleh Guduru Ajay bhargavdari Pexels


Bagi sebagian orang, mendengarkan musik sambil berkendara mungkin sudah menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan ada orang yang kalau ia ditanya berapa lama waktu perjalanan dari rumah sampai kantor, ia akan menjawab dengan jumlah lagu yang ia dengarkan selama perjalanan.


"Lu dari rumah ke kantor berapa lama?.".


"Hemmm, empat lagu Sheila on 7.".


Baikkah berkendara sambil mendengarkan lagu? Silahkan sobat berpendapat sendiri ya. Yang jelas, kalau saya sih lebih suka bernyanyi sambil berkendara daripada mendengarkan lagu.


Yap, sobat tidak salah baca kok, saya suka bernyanyi sambil mengendarai sepeda motor.


Cukup sering hal itu saya lakukan, terutama ketika saya sedang tidak terlalu terburu-buru. Untuk lagu yang akan saya bawakan itu tergantung dari lagu apa yang sedang saya suka. Biasanya kalau saya sedang suka dengan sebuah lagu, maka lagu itu akan terus saya nyanyikan.


Termasuk ketika saya sedang mengendarai sepeda motor.


Bernyanyi ketika berkendara menjadikan saya lebih menikmati sebuah perjalanan, terlebih ketika sedang bersama doi. Di sela-sela mengobrol dengannya diatas motor, saya selingi dengan bernyanyi lagu cinta.


Biasanya sih lagunya Adera yang berjudul Muara lah andalan saya. Senyum tipis pun mengembang di bibirnya, terlihat jelas dari kaca spion yang agak saya belokkan keatas, supaya wajahnya terlihat.


Suasana Hati


Faktanya, mau senang ataupun sedih, saya akan tetap bernyanyi diatas motor. Ya kalau hati sedang berbunga-bunga saya menyanyikan lagu yang cenderung bahagia. Kalau lagi galau ya lagunya Dygta, Ada Band, dan Kerispatih lah yang sering saya nyanyikan.


Beda ceritanya jika saya sedang marah atau emosi, saya lebih banyak menggerutu di dalam hati. Bibir diam, cemberut, memaki hanya di dalam hati.


Hal itu pernah terjadi ketika saya sudah mengisi bensin untuk motor di pagi hari. Di hari yang sama, saat malam, ketika saya hendak pergi menggunakan motor tersebut, saya pun langsung cemberut ketika melihat jarum yang terdapat di indikator bensin sudah mau menyentuh bar berwarna merah.


Menyebalkan sekali, saya menggerutu dalam hati selama perjalanan. Di saat seperti itulah saya sama sekali tidak terpikirkan untuk bernyanyi sedikitpun.


Berbicara Sendiri


Tidak hanya suka bernyanyi diatas motor, saya juga suka berbicara sendiri. Aneh? Tentunya saya punya pembelaan dan hal itu saya lakukan karena ada maksud tertentu.


Di kanal Youtube saya, saya memiliki sebuah konten yang saya berinama OST atau Obrolan Sebelum Tidur. Di konten tersebut saya berbicara dan bercerita di depan kamera tentang apapun itu sebelum saya pergi untuk tidur di malam hari.


Nah, sebelum saya mulai untuk membuat vidio tersebut dan jika kebetulan di hari itu saya ingin pergi ke sebuah tempat sambil mengendarai motor, biasanya saya berlatih berbicara terlebih dahulu diatas motor. Saya merangkai kata dan kalimat seperti apa yang ingin saya ucapkan, karena memang dalam membawakan konten tersebut saya tidak menggunakan naskah sama sekali.


Kenapa tidak menggunakan naskah? Ya biar santai saja, agar terkesan saya memang sedang mengajak ngobrol penonton kanal Youtube saya. 


Itulah yang kerap saya lakukan ketika diatas motor, sembari mengendarai sepeda motor tersebut. Ada yang seperti saya? Saya rasa sih ada, bagaimana rasanya?.


Wassalamualaikum...

1 Comments

  1. aku belum pernah kayaknya dengerin musik sambil nyetir hehehe
    nahh kalau nyetir mobil sambil dengerin musik baru sering, karena kalau nyetir sendiri suka krik krik krik kalau ga ada hiburan

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar :)